Cacing Tricina (Trichinella Spiralis) Dalam Otot

Cara Mengatasi Cacing Trichinella Spiralis pada Otot

Tanda-tandanya seseorang terkena penyakit ini: Mula-mula cacing trichina masih dalam waduk atau usus, si penderita merasa tak sedap dalam perut, muntah-muntah dan mencret sesudah kurang lebih seminggu terasa sakit-sakit dalam daging disertai tubuh sehingga menyukarkan gerakan-gerakan anggota badan terutama: mengunyah, menelan, bernafas. Pelupuk mata, punggung, kaki menjadi parau. Si penderita demam dan banyak berpeluh. Apabila tidak dapat mendapatkan pertolongan yang tepat penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Trichinella spiralis atau disebut juga Cacing Otot menyebabkan penyakit trichinosis pada manusia, babi, atau tikus. Parasit masuk ke tubuh manusia melalui daging babi yang dimasak kurang matang. Di dalam usus manusia, larva berkembang menjadi cacing muda. Cacing muda bergerak ke otot melalui pembuluh limfa atau darah dan selanjutnya menjadi cacing dewasa. Untuk mencegah terinfeksi oleh cacing ini, daging harus dimasak sampai matang untuk mematikan cacing muda.(wikimedia)

Mengatasi Cacing Trichinella Spiralis pada Otot

  1. Jika belum terlambat, yakni apabila cacing-cacing trichina masih ada dalam waduk dan usus serta belum merabak di seluruh tubuh dapatlah hewan-hewan tersebut dikeluarkan dari badan dengan jalan minum selekas-lekasnya obat pencahar (baiknya kastroli), ulangilah demikian itu setelah berselang 2 hari.
  2. Apabila sudah mulai terasa gangguan-gangguan pada daging (rasa sakit, sesak napas, kaki lebab dsb) orang harus segera minta pertolongan pada dokter.
  3. Sekedar akan meringankan penderitaan si penderita, bolehlah ia disuruh mandi dengan air panas tiap-tiap pagi dan petang. Atau seluruh badannya digosok dengan minyak kecubung, cara membuatnya demikian:

Bahan:
– daun kecubung (yang berbunga ungu) 1 genggam
– daun serai 1 genggam
– minyak kelapa (yang baru) 1 botol limun
Cara membuat: kesemuanya dipanaskan beberapa jam di atas api, setelah itu dibiarkan selama 2 hari dengan ditutup rapat-rapat kemudian disaring.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kata pencarian untuk tulisan ini:

cacing otot, cara penularan cacing otot, cara penularan trichinella spiralis