Cara Mengobati Asam Urat

Cara Mengobati Asam Urat Secara Tradisional
Penyakit asam urat ditandai dengan timbulnya rasa nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas pada bagian persendian. Walaupun semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang penyakit ini adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Laki-laki lebih rawan terkena penyakit ini, terutama pada usia diatas 30 tahun. Berikut ini kami rangkum tips atau cara mencegah dan cara mengobati asam urat tinggi secara alami dengan ramuan obat tradisional.

Cara Mencegah Asam Urat Tinggi

Tindakan pencegahan lebih penting daripada pengobatan, namun terkadang orang baru tersadar akan pentingnya pencegahan ketika sudah merasakan sakitnya. Pola makan yang sehat dan olahraga yang teratur sangat penting untuk mencegah asam urat dan juga penyakit-penyakit lainnya. Secara spesifik, berikut ini beberapa tindakan pencegahan penyakit asam urat:

  1. Kurangi dan batasi makanan yang mengandung kadar Purin tinggi, misalnya: jeroan, makanan laut, daging merah, cokelat, ragi, kacang-kacangan.
  2. Hindari mengkonsumsi alkohol atau minuman yang bisa menyebabkan mabuk karena selain membuat dosa, juga bisa menyebabkan asam urat đŸ™‚
  3. Banyak mengkonsumsi air mineral/air putih.
  4. Konsumsi buah-buahan segar baik secara langsung maupun dalam bentuk jus buah.
  5. Mulailah berolahraga secara teratur walaupun dengan olahraga ringan
  6. Kurangi mengkonsumsi gula.
  7. Jaga berat badan, dalam artian berat badan karena lemak berlebih. đŸ™‚

Cara Mengobati Asam Urat Secara Alami

Cara mengobati asam urat bisa dilakukan secara modern maupun secara tradisional. Pengobatan penyakit asam urat tinggi secara alami dapat diusahakan dengan banyak cara, diantaranya adalah seperti berikut ini:

1. Pengobatan Asam Urat Dengan Daun Sambiloto (Adrographis panniculata)

Daun Sambiloto mempunyai cukup banyak sebutan lain, diantaranya adalah daun papaitan, daun ki peurat, daun bidara, daun kayu mas, daun lang, daun ki pait, sampiroto, atau juga disebut daun ki oray.

Bahan:
– Daun Sambiloto Kering 10 Gram
– Temulawak 10 gram
– Buah Lada 1 gram
– Komfrey sekitar 10 gram

Cara Meramu:
– Rebus semua bahan dengan 1 liter air (5 gelas) sampai tersisa sekitar 3 gelas.

Pemakaian:
Diminum 1 gelas per hari.

2. Obat Asam Urat Dengan Daun Salam (Eugenia polyanta)

Cara meramunya sangat mudah, rebus 20 lembar daun salam (bisa yang segar maupun kering) dengan 600 cc air (3 gelas) sampai tersisa 1 gelas.
Pemakaiannya dengan cara dikonsumsi 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

3. Obat Herbal Asam Urat Dengan Daun Kumis Kucing

Bahan:
– 10 gram daun kumis kucing
– 10 gram meniran,
– 15 gram jahe merah
– 10 gram sawi tanah
– 10 gram kapulaga
Cara meramu:
Semua bahan direbus dengan 1 Liter air atau sekitar 5 gelas air sampai tersisa setengahnya

Pemakaian:
Minum ramuan ini pagi Siang dan Sore masing masing 150ml atau sekitar 3/4 gelas

4. Menyembuhkan Asam Urat Dengan Daun Sirsak

Cara meramu: Rebus 5-10 lembar daun sirsak dengan 3 gelas air putih, biarkan mendidih sampai tersisa 2 gelas.
Pemakaian: Minumlah air rebusan tersebut dalam keadaan hangat secara rutin hingga penyakit asam urat anda sembuh.

Demikian rangkuman tentang pencegahan dan cara mengobati asam urat tinggi secara alami dengan ramuan obat tradisional.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *