Mengatasi Cacing Gelang Di Perut

Cara Mengatasi Cacing Gelang dlm Perut - Askariasis
Adanya cacing dalam perut ditandai dengan timbulnya rasa mulas dalam perut kadang-kadang si penderita muntah dan mencret sekali-kali cacingnya keluar bersama-sama dengan berak panjangnya 15-20 cm. Seringkali nampak kerat-kerat pada gigi si penderita, pula terdapat rasa gatal dalam hidung. Adanya cacing gelang di perut ini dapat juga menimbulkan kejang gagau pada anak kecil. Dalam dunia kedokteran penyakit ini disebut Askariasis disebabkan oleh cacing gelang Ascaris lumbricoides.

Cara Mengatasi Cacing Gelang Dalam Perut / Askariasis:

  1. Guna menghindari penyakit ini hendaknya orang mengutamakan kebersihan (makanan, perkakas makan, tangan). Janganlah makan makanan yang telah jatuh dilantai. Sayur-sayuran sebaiknya dimasak dulu sebelum dimakan, karena mungkin mengandung telur-telur cacing itu.
  2. Anak yang sakit diberi obat ini :
    – Benih wudadi 2 potong jari
    – Gula mangkok 2 sendok teh
    – Air ½ cangkir
    Cara meramu: kesemuanya direbus hingga air tinggal separoh kemudian disaring.
    Pemakaian: Air rebusan itu diminum sekali habis sebelum makan.
  3. Boleh juga dibuatkan salah satu diantara obat-obat di bawah ini :
    a. Dengan perasan rimpang
    – Rimpang temu giring 1 potong jari
    – Air ½ cangkir
    Pembuatan dan pemakaian: temu giring diparut dicampur dengan air dan diperas air perasan ini diminum sekali habis.
    b. Dengan mungsi arab
    – Mungsi arab (bunga kering) 2 sendok makan
    – Air 2 cangkir
    – Gula mangkok 2 sendok teh
    Cara Meramu: mungsi arab dimasukkan dalam kantong kain dan direbus dalam air, kemudian air rebusan itu dibubuhi gula.
    Pemakaian: Air rebusan itu diminum sekali habis sebelum makan apa-apa. Sesudah itu penderita hanya boleh makan yang serba lunak saja. Keesokan harinya ia diberi obat pencahar (kastroli) obat mungsi arab itu boleh diberikan diminum panas dan terutama hanya kepada anak-anak yang sudah besar saja.
  4. Apabila bahan-bahan obat diatas sulit didapatkan, anda bisa menggunakan salah satu dari obat-obatan ini :
    a. Lendir dari daun lidah buaya (dimakan dengan gula enau)
    b. Wortel (diparut dan dimakan dengan sedikit garam dan santan).
    c. Isi biji labu merah ( ditumbuk dan dimakan).



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kata pencarian untuk tulisan ini:

obat cacing gelang