Mengatasi Kurang ASI

Cara Mengatasi Kurang ASI

ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi. Asupan ASI yang cukup akan sangat berguna untuk tumbuh kembang sang bayi, mengandung berbagai jenis zat makanan yang diperlukan bayi sesuai dengan kebutuhan bayi, membantunya membentuk imun, sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit, dan tentunya juga menjadi faktor penting untuk membentuk perkembangan otak untuk kecerdasan anak. Begitu hebatnya manfaat ASI, hendaknya sang ibu selalu memberikan ASI terbaiknya selama 2 tahun penuh. Namun ternyata tidak sedikit keluhan tentang masalah kurang ASI. Sang bayi minumnya sangat banyak namun ASI keluarnya sedikit, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi sehingga sebagian ibu-ibu mengakalinya dengan memberikan tambahan susu formula atau susu lain diluar ASI. Berikut ini kami tuliskan cara mengatasu kurang ASI untuk ibu menyusui.

Cara Mengatasi Kurang ASI

1. Selama beberapa hari si ibu supaya makan biji ketepeng dengan bubur arerut. Cara menyediakannya adalah seperti berikut ini:

Bahan:
– Isi biji ketepeng 1 genggam
– Tepung arerut 5 sendok makan
– Gula 1 sendok makan
– Air secukupnya

Cara meramu: tepung arerut dimasak menjadi bubur yang cair dan dibubuhi gula, isi biji ketepeng sampai hancur benar dan dicampurkan dengan bubur itu.

Pemakaian: Campuran itu dimakan 2 kali habis dalam sehari.

2. Baik juga apabila ibu menggunakan obat ini:

Bahan:
– Rimpang temulawak ½ potong jari
– Gula mangkok (hancur) 5 sendok makan
– Tepung sagu 2 sendok makan
– Air 2 gelas

Cara meramu: temulawak dikupas dan diiris-iris menjadi ± 10 irisan direbus dengan air dan gula hingga air itu tinggal setengahnya, tepung sagu dicampur dengan air dingin secukupnya dan diaduk dengan cermat sehingga tepung itu tiada lagi bergumpal-gumpal setelah air rebusan temulawak agak dingin, cairan tepung sagu dituangkan ke dalamnya dan diaduk sampai tercampur dengan rata.

Pemakaian: Obat ini diminum sekali habis, lakukan demikian selama beberapa hari berturut-turut.

3. Ibu si bayi juga harus membiasakan diri makan sayuran daun katu, daun bayam, kacang panjang, ercis, buncis atau jagung muda.

4. Apabila oleh karena satu hal (misalnya perasaan sedih, terkejut dan sebagainya) tiba-tiba terhenti keluarnya air susu maka si ibu harus dibuatkan obat sebagai berikut:

Bahan:
– Daun deresan 1 genggam
– Air ½ cangkir

Cara meramu: daun deresan ditumbuk lumat-lumat, diberi air dan diperas dengan sepotong kain bersih.

Pemakaian: Air perasan itu diminum habis pada pagi hari sebelum makan.

Demikian beberapa cara mengatasi kurang ASI pada ibu menyusui, semoga bermanfaat terutama untuk pertumbuhan bayi yang maksimal.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kata pencarian untuk tulisan ini:

apa obat tungkai lambung, daun sekalor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *