Mengatasi Kurang Darah Saat Haid / Menstruasi

Cara Mengatasi Kurang Darah Saat Haid / Menstruasi

Berikut ini merupakan cara mengatasi kurang darah saat haid atau menstruasi dengan tanda-tanda: muka pucat, badan terasa letih seperti orang yang kurang tidur. Kepala pening dan terasa sakit-sakit di pinggang, napas pendek, jantung berdebar, terasa tidak enak dalam perut dan buang air besar tidak lancar. Adakalanya hidung mengeluarkan darah; keluarnya haid disertai rasa sakit dan kadang-kadang si penderita mengalami keputihan.

Cara Mengatasi Kurang Darah Saat Haid

  1. Makannya harus dipilih yang bermanfaat bagi tubuh terutama yang mengandung zat besi; yang baik ialah telur dan sayur-sayuran, terutama daun kangkung, daun ubi kayu, jagung muda, buah nangka muda, bayam dan daun gagan muda. Makanan yang mengandung zat tepung (seperti nasi, ubi dsb) dan gula harus dikurangi; jika toh perlu makan bangsa umbi-umbian, makanlah gadung (harus sempurna mengolahnya), ganyong suweg dan talas. Boleh juga orang makan katul banyak-banyak. Jika penyakit berat, si penderita harus beristirahat dengan berbaring. Lebih baik jika ia pindah tempat tinggal ke daerah pegunungan karena suasana pegunungan itu berpengaruh baik untuk pembentukan butir-butir darah merah.
  2. Jika penyakitnya telah agak ringan si penderita boleh melakukan gerak badan yang tidak terlalu berat atau berjalan-jalan dalam udara terbuka. Diwaktu pagi baiknya ia mandi dengan air dingin dan setelah itu seluruh badannya digosok dengan handuk kasar. Diwaktu petang hendaknya ia mandi dengan air suam-suam kuku.
  3. Buatkan salah satu dari obat-obatan :
    a. Bahan
    – Akar tapak liman 1 genggam
    – Air 1 cangkir
    Cara meramu: akar tapak liman ditumbuk lumat-lumat, diberi air dan diperas.
    Pemakaian: Air perasan itu diminum sekali habis. Ulangilah demikian setiap dua hari sekali hingga sembuh.
  4. Harus diusahakan agar si penderita dapat buang air besar dengan lancar dan pada waktu yang berketentuan, kalau perlu dengan mempergunakan obat pencahar.

Demikian cara mengatasi kurang darah saat haid atau menstruasi. Semoga bermanfaat bagi pembaca.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.