Mengatasi Penyakit Dermatitis / Eksim

Cara Mengatasi Penyakit Dermatitis Secara Alami

Eksim disebut juga eksema atau dermatitis, merupakan penyakit dengan peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan. Istilah eksim juga digunakan untuk sekelompok kondisi yang menyebabkan perubahan pola pada kulit dan menimbulkan perubahan spesifik di bagian permukaan (wiki). Berikut artikel tentang tanda-tanda dan cara mengatasi penyakit dermatitis atau eksim:

Tanda-Tanda Penyakit Dermatitis:

Kulit nampaknya menjadi tebal dan merah, selain itu timbul bintil-bintil berisi air atau nanah yang menyebabkan rasa gatal sekali. Apabila bintil-bintil itu saling bersambungan dan kemudian pecah, terjadilah pengelupasan kulit luar. Kulit dalam aampak merah dan basah, karena mengeluarkan air kotoran, jika air kotoran ini menjadi kering, tinggallah kerak pada bagian kulit yang sakit. Biasanya eksim itu terdapat pada kaki, muka atau kepala, acapkali juga pada lipatan pangkal paha.

Cara Mengatasi Penyakit Dermatitis Secara Alami

  1. Jagalah agar supaya kulit yang bereksim itu tidak terkena air atau sabun. Untuk membersihkan kotoran dari bagian kulit yang terkelupas pakailah kapas yang dicelupkan dalam minyak zaitun. Apabila bagian kulit itu selalu basah, taburilah ia dengan tepung arerut atau tepung beras yang halus dan kering (jemurlah tepung itu kira-kira 2 jam di panas matahari).
  2. Buatlah ramuan obat sebagai berikut:
    Bahan:
    – Biji bengkuang 4 sendok makan
    – Tepung belerang 3 sendok makan
    – Minyak kelapa 2 sendok makan
    Cara meramu: biji bengkuang dan belerang ditumbuk lumat-lumat dan dicampur menjadi satu dengan minyak.
    Pemakaian: Obat ini diulaskan pada bagian kulit yang kena penyakit, lakukan demikian 2 kali sehari. Ulangilah setiap hari hingga sembuh.
  3. Makanan si penderita tidak boleh menurut sesukanya, dilarang memakan makanan yang serba pedas, demikian juga meminum kopi atau minuman beralkohol.
  4. Guna membersihkan darah, buat dan gunakan ramuan obat ini:
    Bahan:
    – Rimpang temulawak sepanjang jari
    – Asam 50 gram
    – Gula enau 20 gram
    – Air 1 botol limun
    Cara meramu: setelah temulawak dikupas dan diiris tipis-tipis kesemuanya direbus hingga air tinggal setengahnya, kemudian disaring.
    Pemakaian: Air rebusan itu diminum sekali habis, ulangilah demikian tiap-tiap hari selama 5 hari berturut-turut.
  5. Wanita yang mendapat keputihan dan orang laki-laki yang terlampau gemuk badannya seringkali mendapat eksim pada lipatan pangkal paha. Baiknya bagian kulit yang berpenyakit itu 2 kali sehari dibasuh dengan air rebusan daun sirih atau rebusan daun legundi, setelah itu ditabur dengan tepung arerut kering.

Demikian artikel tentang cara mengatasi penyakit dermatitis atau eksema atau eksim dengan cara tradisional. Semoga bermanfaat.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.