Mengatasi Penyakit Disentri (Mejan)

Mengatasi Penyakit Disentri secara Alami

Berikut ini kami sajikan cara mengatasi penyakit disentri (mejan) dengan ramuan obat tradisional. Orang yang sakit disentri ditandai dengan menggigil dan demam, sesudah itu ia buang air besar terus-menerus hingga 40 kali sehari, kotorannya berupa lendir bercampur darah, kadang-kadang dengan nanah. Pada disentri yang disebabkan oleh bakteri bau kotoran itu agak manis, pada desentri karena amuba bau kotoran itu sangat tak sedap. Perut terasa sakit memilin-milin dan acapkali diwaktu buang air besar si penderita mengejan dengan tiada disengaja.

Mengatasi Penyakit Disentri Secara Alami:

  1. Harus segera dimintakan pertolongan dokter dan diadakan tindakan-tindakan seperlunya untuk mencegah penularan yang mengandung hama penyakit ini ialah : kotoran si penderita.
  2. Sementara itu dapat diusahakan demikian : si penderuta di suruh beristirahat dan diberi obat pencahar, yakni kostroli sebanyak 2-3 sendok makan. Setelah itu ia harus makan yang serba lunak, seperti : tomat (tidak dengan kulitnya) atau bubur arerat. Untuk minumnya berilah ia teh yang tidak terlalu pekat (keras).
  3. Guna mengurangi rasa mulas dalam perut boleh ia diberi kompres panas atau buli-buli panas yang dilekatkan pada perut.
  4. Jika tidak dapat lekas diperoleh pertolongan dokter, harus diusahakan demikian : ± 12 jam sesudah minum obat pencahar si penderita diberi salah satu diantara obat-obat dibawah ini:

Ramuan 1:

– Patikan cina (batang+daun+akar) 1 genggam
– Kulit kayu pulasari ½ potong jari
– Biji adas 5 biji
– Rimpang kunyit ½ potong jari
– Mericabolong ½ potong jari
– Ketumbar 5 biji
– Air 1 gelas
Cara meramu: kesemuanya direbus hingga air tinggal separoh, kemudian diperas dan disaring.
Pemakaian: Obat ini diminum sedikit-sedikit sampai habis dalam tempo ½ jam, ulangilah demikian setelah berselang 2 hari.

Ramuan 2:

– Gagan (batang+daun+batang) 2 genggam
– Rimpang temulawak ¼ potong jari
– Rimpang kunyit sepanjang jari
– Ketumbar 10 biji
– Adas 10 biji
– Kulit kayu pulosari sepanjang jari
– Air 3 gelas
Cara meramu: setelah temulawak dan kunyit diiris-iris, kesemuanya direbus hingga air tinggal setengahnya, kemudian disaring.
Pemakaian: Air rebusan itu diminum tiap-tiap jam sekali secangkir sampai habis, ulangilah demikian setelah berselang 2 hari.

Ramuan 3:

– Daun delima (muda) 5 gram
– Rimpang temu giring sepanjang jari
– Adas manis 3 biji
– Kulit kayu pulosari sepucuk jari
– Bawang merah 1 biji
– Air (sudah dimasak) 1 gelas
Cara meramu: kelima macam bahan tersebut dahulu ditumbuk lumat-lumat, kemudian diberi air dan diperas dengan sepotong kain bersih.
Pemakaian: Air perasan itu diminum sekali habis, ulangilah demikian setelah berselang 2 hari.

Ramuan 4:

– Biji kopi 1 genggam
– Daun papaya (kering) 3 lembar
Cara meramu: biji kopi disangrai sampai hangus diluar, lalu di tumbuk dengan daun papaya kering dan diayak hingga merupakan tepung.
Pemakaian: Obat itu dimakan tiap-tiap sekali ½ sendok teh.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

One thought on “Mengatasi Penyakit Disentri (Mejan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *