Mengatasi Penyakit Kolera

Cara Mengatasi Penyakit Kolera

Berikut ini merupakan cara tradisional mengatasi penyakit kolera. Tanda-tanda penyakit ini berupa secara mendadak muntah-muntah dan buang air besar terus menerus, kotoran mula-mula padat, tetapi kemudian cair berbutir-butir dan sangat berbau. Badan menjadi lemah lunglai, perasaan sesak dalam badan, denyutan nadi makin lemah, muka kebiru-biruan, mata cengkuk dan kaki tangan sejuk. Biasanya suara menjadi parau dan si penderita tak dapat lagi buang air kecil. Kadang-kadang betis mengenjang dan sakit. Kulit si sakit tidak lagi kenyal, yakni jika dicubit tidak hendak rata kembali. Jika tidak segera mendapat pertolongan yang tepat, mungkin dalam tempo beberapa jam saja si penderita bisa meninggal dunia.

Cara Mengatasi Penyakit Kolera

1. Harus segera dimintakan pertolongan dokter dan diadakan tindakan-tindakan seperlunya untuk mencegah penularan lebih lanjut. Yang dapat mengandung hama kolera terutama : muntahan, berak dan air kencing si penderita, demikian juga sisa makanannya dan minumannya, tempat tidurnya dan segala apa yang disentuhnya.

2. Sementara itu dapat diusahakan demikian: untuk menghentikan muntahnya berilah si penderita minuman anggur sedikit demi sedikit, atau suruhlah ia menelan butir-butir es. Setelah reda munyahnya, boleh ia dibuatkan obat sebagai berikut:

– Bubuk arang tempurung kelapa 1 sendok makan
– Bubuk kopi 1 sendok makan
– Air mendidih 1 botol limun
Cara meramu: air diseduhkan pada bubuk arang tempurung dan kopi lalu dikocok dalam botol beberapa lamanya).
Pemakaian: Setelah dingin obat ini diminum seteguk demi seteguk tiap 10 menit sekali, sebelum dituangkan akan diminum harus dikocok dahulu.

3. Apabila denyut nadi si penderita lemah, berilah ia obat ini:

– Daun sembung 1 genggam
– Air 2 gelas
Cara meramu: direbus hingga airnya tinggal separoh, kemudian di saring, untuk menyedabkan bau obat ini boleh dibubuhi beberapa tetesan minyak kayu putih

4. Guna menghindari penularan penyakit ini janganlah minum air mentah atau makan buah-buahan dan sayuran mentah diwaktu ada wabah kolera.

Demikian informasi tentang cara mengatasi penyakit kolera.

Info Wikipedia: Penyakit taun atau kolera (juga disebut Asiatic cholera) adalah penyakit menular di saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakterium Vibrio cholerae. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi oleh sanitasi yang tidak benar atau dengan memakan ikan yang tidak dimasak benar, terutama kerang. Gejalanya termasuk diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi. Kematian biasanya disebabkan oleh dehidrasi. Kalau dibiarkan tak terawat, maka penderita berisiko kematian tinggi. Perawatan dapat dilakukan dengan rehidrasi agresif “regimen”, biasanya diberikan secara intravena secara berkelanjutan sampai diare berhenti.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *