Mengatasi Penyakit Kuning

Cara Mengatasi Penyakit Kuning Secara Tradisional

Penyakit Kuning dalam bahasa internasional disebut Jaundice maupun Icterus merupakan penyakit yang muncul akibat adanya penumpukan zat berwarna kuning yang disebut bilirubin di dalam darah dan jaringan tubuh. Berikut kami tuliskan gejala dan cara mengatasi penyakit kuning dengan ramuan obat tradisional.

Gejala Penyakit Kuning

Mula-mula terasa kurang sedang dalam perut. Kadang-kadang si penderita muntah-muntah atau mencret. Sesudah itu kulit di seluruh tubuh kekuning-kuningan bahkan putih mata Nampak nyata sekali berwarna kuning. Air kencing agak kuning tua dan berbuih kuning. Berak berwarna keabu-abuan dan lia seperti tanah lempung. Hati apabila diraba keras bengkak, denyut nadi perlahan-lahan (kurang dari 60 kali dalam semenit), selain daripada itu ada rasa gatal-gatal pada kulit. Badan letih dan perasaan murung.

Cara Mengatasi Penyakit Kuning Secara Alami

  1. Si penderita perlu beristirahat dengan berbaring. Untuk membersihkan alat pencernaan makanan berilah ia obat pencahar.
  2. Jangan ia diberi makanan yang mengandung lemak daging, kacang tanah, kelapa, kue goring dsb. Juga makan makanan yang serba pedas dan merangsang dilarang.
  3. Makanan yang diperbolehkan ialah : nasi, bubur arerut, kentang, sapuran daun muda tomat, pisang, papaya dsb. Berilah si penderita salah satu diantara ramuan obat penyakit kuning dibawah ini:
    a. Bahan
    – Getah inggu secukupnya
    – Air (dimasak) 10 sendok makan
    Pemakaian: campuran itu diminum hangat-hangat. Ulangilah pengobatan itu setelah berselang 2 hari.b. Bahan:
    – Bawang putih 1 bungkul
    – Gula enau 5 sendok makan
    – Air 2 gelas
    Pemakaian: Air rebusan itu diminum 3 kali sehari, tiap-tiap kali sesendok makan.
  4. Selanjutnya selama sebulan si penderita harus minum obat ini:c. Bahan:
    – Meniran (akar+batabg+daun) 7 batang
    – Rimpang temulawak ½ potong jari
    – Cengkeh 3 biji
    – Kayu manis cina ½ potong jari
    – Air 1 gelas
    Cara meramu: setelah temulawak disayat-sayat tipis, kesemuanya direbus hingga air tinggal setengahnya.
    Pemakaian: Air rebusan ini diminum sekali habis.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *