Mengatasi Penyakit Tipes

Mengatasi Penyakit Tipes pada Anak

Penyakit ini biasa dikenal dengan tipes, tifus maupun tipus. Orang yang terjangkit penyakit ini mula-mula hanya merasa capek, badannya agak demam, tak dapat buang air besar, kepala pening dan terasa pegal-pegal dipinggang. Dalam tempo 3-4 hari panas tubuh makin lama makin tinggi. Sesudah itu terus tetap tinggi sampai beberapa hari lamanya. Penderita penyakit ini tak suka lagi makan dan kelihatan enak (tidak lagi mengindahkan keadaan sekelilingnya dan tidak suka diajak berbicara) lidahnya kering dan berselaput putih. Dalam minggu kedua timbul telau-telau merah pada berut dan dadanya. Setelah penderita dapat lagi buang air besar, ia mengeluarkan kotoran cair. Apabila penyakit tipes itu bertambah berat, panas tubuh tinggi terus menerus dan penderita mengigau, inilah saat-saat yang berbahaya bagi keselamatan jiwanya. Berikut ini adalah cara mengatasi penyakit tipes secara tradisional dan cara mencegahnya:

Cara Mengatasi Penyakit Tipes

  1. Untuk menyembuhkan penyakit ini diperlukan pertolongan dokter dan perawat yang sempurna. Oleh karena itu orang yang menderita tipes dibawa ke rumah sakit. Hal ini juga sangat perlu guna mencegah menjalarnya penyakit.
  2. Sementara ia belum dapat diangkut kerumah sakit, ia harus dirawat ditempat yang terasing, tidak seorangpun boleh menjenguknya atau masuk ke biliknya, selain dari pada perawatnya sendiri. Kotorannya harus dibakar atau dipendam dalam tanah, segala benda yang telah disentuhnya harus dibakar, dijemur atau direbus beberapa jam lamanya.
  3. Penderita penyakit tipes tidak boleh bergerak-gerak di tempat tidurnya. Ia hanya boleh makan bubur arerut yang sangat cair dan tajin. Bahkan kalau sakitnya telah berat (demam tinggi, mengigau) ia tak boleh makan sesuatu apapun. Untuk minumnya ia diberi susu, air perasan labu putih (tiap-tiap 4 jam sekali ia harus dibuat yang baru) atau air teh.

Cara Mencegah Penyakit Tipes

Untuk mencegah penyakit ini, dapat diusahakan tips berikut ini:

  1. Makanlah makanan yang terjamin kebersihannya, agar makanan dan minuman tidak tercemar kuman (Salmonella Typhosa).
  2. Hindari makan telur setengah matang, dan cucilah telur yang akan direbus, karena dikhawatirkan kotoran tinja ayam pada kulit telur ada yang tercampur pada telur.
  3. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan nutrisinya terpenuhi.
  4. Jaga jam tidur anda, agar kebutuhan tidur juga terpenuhi tidur (7-8 jam/24 jam), dan olahragalah yang teratur.
  5. Jagalah kebersihan, cucilah tangan sebelum makan.
  6. Saat ini ada Vaksin Tifus atau Tifoid yang disuntikkan atau secara minum obat dan dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun. Mintalah Dokter anda memberikan imunisasi tersebut.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.