Mengatasi Radang Tonsil

Cara Mengatasi Radang Tonsil

Penyakit radang tonsil mempunyai tanda-tandanya sebagai berikut: Badan demam, kepala pening dan nafsu makan kurang sekali, waktu menelan di kerongkongan terasa sakit. Langit-langit yang lunak dan kulit di kanan kiri kerongkongan kelihatan merah dan bengkak. Kadang-kadang pada dinding rongga itu terdapat telau-telau putih kekuning-kuningan.

Cara Mengatasi Radang Tonsil

  1. Selama badan panas, si sakit harus berbaring. Berilah dia pil kinine pagi 2 biji, siang 2 biji, petang 2biji.
  2. Makanan hendak yang cair dan lunak dan tidak merangsang.
  3. Balutlah seluruh leher dengan kain lembab, yang kemudian ditutup rapat-rapat dengan kain yang kering.
  4. Setiap ½ jam harus berkumur dengan salah satu diantara obat-obat ini :

a.

Bahan: Kulit buah manggis (kering) 125 gram dan  air 2 liter
Cara meramu: Direbus hingga airnya tinggal setengah lalu disaring.
Cara memakai: Air rebusan dipergunakan untuk berkumur dan digelagakkan dalam kerongkongan, janganlah sampai tertelan. Sebelum dipakai kocoklah keras-keras.

b.

Bahan: Buah mengkudu (sudah matang) 4 buah  dan madu 3 sendok makan
Cara meramu: Mengkudu diremas dan disaring dan diambil airnya lali dicampurkan dengan madu.
Cara memakai: Air remasan itu dipergunakan untuk berkumur dan digelegakkan dalam kerongkongan, telanlah pula beberapa teguk.

c. Baik juga berkumur dengan air yang ditampung dari kapok hutan (randu-alas).



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *