Mengatasi Sakit Radang Jantung

Mengatasi Sakit Radang Jantung (Perikarditis) secara alami
Sakit radang jantung (pericarditis) sangat berbahaya karena berhubungan dengan salah satu organ terpenting tubuh manusia. Penyakit ini ditandai dengan munculnya rasa sakit dalam dada sebelah kiri, debar jantung adakalanya bertambah keras adakalanya bertambah lemah, denyutan urat nadi bertambah cepat dari biasa. Mudah sesak napas, kadang-kadang kali dan tangan terasa dingin, muka pucat, bibir kebiru-biruan, kepala pening. Badan terlalu cepat lelah apabila si penderita bekerja agak berat. Tanda-tanda tersebut diatas seringkali tidak terasa atau tidak tampak jelas, apabila penyakitnya belum parah benar.

Pengobatan Radang Jantung Secara Alami

Pengobatan seperti tertera dibawah ini dimaksudkan sebagai bantuan sementara saja, apabila memungkinkan,  sebaiknya segera meminta pertolongan kepada dokter.

  1. Istirahatlah dengan berbaring, sebaiknya dalam kamar yang agak gelap, supaya si  penderita agak tenang. Jika sakitnya agak berat, ia tak boleh banyak bicara atau menerima tamu. Pada bagian dada yang sakit letakkan pundi-pundi karet yang berisi air es, tiap-tiap 3 jam sekali air e situ diganti. Untuk mendinginkan dada boleh dipakai sapu tangan yang dicelupkan air es, mencelupkan harus di ulangi tiap-tiap setengah jam sekali (jangan terlampau basah agar air tidak meleleh).
  2. Apabila terasa sesak napas, rendamlah kaki dan tangan si penderita dalam air hangat. Baik juga apabila setiap pagi seluruh badan dibasuh atau diseka dengan air yang bercampur cuka sedikit.
  3. Apabila denyut jantung terlalu lemah tetapi cepat buatkan obat seperti ini :

    Daun sembung muda 1 genggam + Air 1 botol limun. Cara membuat: Daun direbus hingga airnya tinggal separoh, kemudian disaring). Air rebusan ini diminum 3 kali habis dengan selang 1 jam.

    Atau :

    Bunga jeruk nipis 1 genggam + Air ½ botol limun. Cara meramu: air direbus dan disedukan pada bunga, lalu didiamkan ± sejam kemudian disaring. Air seduhan itu diminum 3 kali habis, dengan selang 1 jam.

  4. Apabila muka si sakit pucat, ia harus banyak makan sayuran (terutama bayam, kangkung dan daun gagan muda) Atau :

    Rimpang lempuyang emprit 2 potong jari + Air 1 botol limun. Cara menyajikan: lempuyang disayat-sayat dan direbus hingga airnya tinggal separoh. Air rebusan itu diminum habis. Ulangilah demikian setiap 3 hari sekali.

  5. Dilarang melakukan gerak badan atau olahraga yang berat (misalnya : berenang, atletik, silat, kerap kali naik turun tangga dsb), demikian juga mencangkul, menggergaji, juga tidak boleh makan obat yang menyebabkan banyak keluarnya keringat, misalnya : aspirin.
  6. Dilarang merokok dan meminum minuman keras. Diusahakan untuk tidak meminum kopi. Sebaiknya orang harus banyak makan buah-buahan.
  7. Buang air besar harus teratur dan lancar, jika perlu si penderita di beri obat pencahar, misalnya kastroli. Keluarnya kencing perlu juga diperlancar dengan makan lobak atau sawi banyak-banyak, atau minum air rebusan daun meniran.

Demikian tulisan mengenai penanganan sakit radang jantung secara tradisional, semoga bermanfaat.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.