Mengatasi Sakit Radang Waduk

Cara Mengatasi Sakit Radang Waduk

Tanda-Tanda Sakit Radang Waduk :

Perasaan mual dalam perut, kadang-kadang si penderita muntah. Nafsu makan tidak ada. Kepala pening, lidah berlapis putih, seringkali berserawa, perut kembung, diatas pusat agak kesebelah kiri apabila dipijat terasa sakit. Kadang-kadang badan agak panas.

Pengobatan Sakit Radang Waduk:

  1. Jika mungkin sebaiknya orang berpuasa dulu barang sesudah itu makan makanan yang cair dan lunak. Jangan sekali-kali makan mentimun, kubis dan bengkoang.
  2. Apabila sampai lama si penderita tak dapat berbuang air besar ia harus minum obat pencahar, misalnya kastroli.
  3. Apabila ia selalu merasa hendak muntah, suruhlah ia mengunyah lumatan-lumatan beberapa butir ketumbar dan menelannya sekali.
  4. Apabila badan si sakit panas dan lemah, suruhlah ia berbaring.
  5. Jika bagian perut diatas pusar terasa sakit, taruhlah kain lembab diatas bagian itu, kemudian tutuplah rapat-rapat dengan kain yang tebal dan kering. Atau buatlah ramuan obat ini :

Bahan:
– Rimpang kencur sepanjang jari
– Air ½ cangkir

Cara meramu: Kencur diparut dan diberi air, lalu diremas dan diperas.
Pemakaian: Air perasan itu diminum sekali habis, lakukan 2 kali sehari.

Demikian artikel tentang mengatasi sakit radang waduk dengan pengobatan tradisional.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kata pencarian untuk tulisan ini:

obat pencernaan, obat herbal pencernaan