Mengatasi Sulit Tidur

cara mengatasi sulit tidur
Bagi orang yang tidak menderita suatu penyakit apapun, maka sulit tidur itu kebanyakan disebabkan karena terlalu banyak makan makanan yang sulit dicerna atau dikarenakan pikiran gelisah dan perasaan risau.

Cara Mengatasi Sulit Tidur:

  1. Sebaiknya pada petang hari (kira-kira setengah jam sebelum tidur) orang mandi dengan antara panas dan suam, dalam pada itu kepala harus didirus dengan air dingin. Sehabis mandi seluruh badan diseka dengan air perasan daun sangket atau daun leng-lengan.
  2. Selama orang berbaring di tempat tidur hendaknya sambil memejamkan mata memusatkan pikirannya pada sesuatu hal yang bersahaja, misalnya dengan jalan.
  3. Memperhatikan dan menghitung embusan napasnya sendiri.
  4. Membilang dari 1 sampai 100 atau sebaliknya.
  5. Jangan sampai sekali-kali minum kopi, lebih baik orang minum air rebusan daun gagan. Sayur kangkung pun banyak pula manfaatnya yakni untuk menentramkan saraf dan meredakan perasaan.
  6. Parutlah buah pala satu sendok teh, parutan itu dibasahi dengan sedikit air dan dimakan sekali habis kira-kira satu jam sebelum waktu tidur. Jika menderita suatu penyakit yang agak berat, sudah tentu dalam hal ini harus diusahakan pula untuk mengobati penyakit itu sendiri.

Demikian cara mengatasi sulit tidur secara tradisional tanpa obat-obatan kimia yang bisa berdampak negatif untuk jangka panjang.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *