Menghilangkan Bau Mulut Tak Sedap

Cara Menghilangkan Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut tak sedap sangat mengganggu lawan bicara sehingga orang yang mempunyai masalah bau mulut menjadi tidak percaya diri. Bagaimana cara menghilangkan bau mulut tak sedap secara alami / tradisional? silakan disimak ramuannya sebagai berikut:

Menghilangkan Bau Mulut Secara Alami

  1. Apabila ini disebabkan oleh gigi yang rusak, buatlah obat sebagai berikut:

– Daun sirih 6 lembar.
– Air mendidih 1 cangkir

Cara meramu: Daun sirih disedu dengan air mendidih, lalu didiamkan sampai dingin. Air seduhan ini dipakai untuk berkumur berulang-ulang.

  1. Apabila mulut berbau itu disebabkan karena lender dalam kerongkongan menjadi busuk, buatlah salah satu diantara obat-obat ini:

Ramuan 1:

– Daun beluntas 1 genggam.
– Garam ½ sendok teh
– Air 3 sendok makan

Cara membuat: ditumbuk hingga lumat, diberi air dan diperas dengan sepotong kain bersih. Air perasan diminum beberapa teguk, ulangilah demikian tiap-tiap 6 jam sekali.

Ramuan 2:
– Daun kaki kuda 1 genggam
– Buah kapulaga 3 biji
– Akar larasatu 2 helai
– Air 3 sendok makan

Cara membuat: ditumbuk hingga lumat, diberi air dan diperas. Air perasan diminum bebrapa teguk pada tiap-tiap sekali sehabis makan.

Semoga tulisan tentang cara mengatasi bau mulut tak sedap ini bermanfaat.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.