Mengobati Encok Dalam Sendi

Cara Mengobati Encok dalam Sendi Secara Alami

Berikut ini adalah cara mengobati encok dalam sendi secara alami. Encok dalam sendi yang dimaksud disini memiliki tanda-tanda seperti berikut:
Mula-mula badan agak demam, kemudian sendi-sendi menjadi bengkak dan panas, serta berasa sakit apabila digerak-gerakkan.

Cara Mengobati Encok Dalam Sendi

1. Untuk sementara hentikanlah gerakan-gerakan yang memberatkan pekerjaan sendi (mengangkat benda berat, meloncat, dsb). Balutlah sendi-sendi yang sakit dengan kain lembab dan tutuplah seluruhnya dengan kain yang tebal dan kering, baik juga sendi-sendi yang sakit tersebut diolesi dengan salah satu diantara ramuan obat tradisional berikut ini:

Ramuan 1

Bahan:
– Daun pulai pandak (yang berbunga putih) 15 lembar
– Kapur sirih 2 sendok te h
Cara meramu: daun pulai pandak ditumbuk lumat-lumat dan dicampur dengan minyak kelapa.
Pemakaian: Obat ini boleh dilekatkan hanya paling lama 5 menit pada kulit sesudah itu harus segera dibasuh dengan air.

Ramuan 2

Bahan:
– Daun kemarongan 15 lembar
– Kapur sirih 1 sendok teh
– Minyak kayu putih beberapa tetes.
Cara meramu: daun kemarogan ditumbuk lumat-lumat dicampur dengan kapur sirih).

2. Berilah juga si penderita minum air seduhan umbi seledri tiap hari selama 2-3 bulan.
Umbi seledri (dirajang/dipotong-potong) 1 sendok makan
Air 2 cangkir
Obat ini diminum sekali habis (untuk sehari).

Demikian, semoga tulisan tentang cara mengobati encok dalam sendi secara alami ini bermanfaat untuk semua pembaca.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.