Cara Mencegah Penyakit Beri-Beri

Cara Mengobati Penyakit Beri-Beri Secara Alami

Cara Mencegah Penyakit Beri Beri

Diet seimbang yang mengandung semua nutrisi penting akan mencegah kekurangan Vitamin B1 dan mencegah beri-beri. Orang-orang yang mengkonsumsi sejumlah besar junk food seperti soda, keripik, permen, dan makanan tinggi karbohidrat yang dibuat dengan tepung, mungkin akan mengalami kekurangan tiamin dan nutrisi penting lainnya. Mereka mungkin perlu mengambil suplemen vitamin dan harus meningkatkan diet yang sehat.

Kebutuhan Vitamin B1:
– Anak-anak laki-laki diatas 11 tahun, remaja dan dewasa mebutuhkan 1,4 mg setiap hari dan 1,1 mg untuk wanita.
– Ibu hamil dan menyusui membutuhkan1,5 mg vitamin B1 per hari. Bayi membutuhkan 0,4 mg perhari.

Sumber Makanan:

Sumber makanan vitamin B1 terbaik adalah daging sapi, hati, ragi, kacang polong dan kacang-kacangan, biji-bijian utuh atau diperkaya, dan roti. Semakin halus makanan, seperti beras putih, roti putih, dan beberapa sereal, semakin rendah tiamin tersebut. Banyak produk makanan yang diperkaya dengan tiamin, riboflavin, niasin, dan zat besi, untuk mencegah defisiensi diet. Seperti halnya vitamin B lainnya, tiamin juga larut dalam air, yang berarti bahwa akan mudah larut ketika dalam perebusan dengan suhu yang tinggi.

Gambar ini merupakan lampiran dari tulisan: Mengobati Penyakit Beri-Beri.
Silakan menuju ke halaman tersebut untuk membaca tulisan yang berhubungan dengan gambar ini.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.