Mengobati Penyakit Biduran

Cara Mengobati Penyakit Biduran Secara Alami

Tanda-tanda biduran berupa munculnya tumpukan-tumpukan datar berwarna merah pada kulit yang terasa sangat gatal dan panas. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit biduran diantaranya alergi terhadap jenis obat-obatan tertentu, alergi terhadap makanan tertentu (udang, telur, dan kerang), daging kaleng, gigitan datau racun serangga, bulu binatang, infeksi virus maupun bakteri, dan juga stres. Berikut kami sajikan cara mengobati penyakit biduran secara alami:

Cara Mengobati Penyakit Biduran

  1. Yang penting ialah menjauhkan atau melenyapkan pengaruh-pengaruh yang menyebabkan timbulnya biduran. Apabila ternyata penyakit itu terjadi karena makanan yang tidak baik atau karena racun, si penderita harus segera minum obat pencahar dan obat pelancar kencing. Begitu juga penyakit cacing pada anak-anak, radang ginjal atau penyakit lainnya perlu diobati lebih dahulu.
  2. Guna menghilangkan rasa gatal sebaiknya kulit digosok dengan tepung terigu atau tepung beras. Boleh juga biduran itu dibasuh dengan air dingin yang telah dicampur dengan cuka atau perasa njeruk nipis. Atau si penderita disuruh mandi dengan air panas yang bercampur terawas.
  3. Untuk pengobatan diwaktu malam, boleh menggunakan ramuan obat luar ini:

– Kapur barus 10 gram
– Pil kinine / pil kina 10 butir
– Minyak pencahar (kostroli) 1 sendok makan
Cara meramu: kapur barus dan pil kinine (sesudah dibuang lapisan gulanya) ditumbuk lumat-lumat; kesemuanya dicampur dengan minyak pencahar.
Pemakaian: campuran itu dioleskan atau digosokkan pada kulit yang bergelegata.

  1. Bisa juga diusahakan dengan meminum ramuan obat tradisional berikut ini:

Buah Asam dan Temulawak
Siapkan buah asam, 15 gram temulawak, dan gula aren. Rebus semua bahan tersebut ke dalam 2 gelas air hingga tersisa setengahnya. Biarkan dingin, kemudian saring. Minum ramuan ini untuk mengobati biduran anda. Anda dapat menambahkan madu untuk menambah rasa lezat.

Bawang Merah dan Daun Kelor
Siapkan bahan berupa 3 lembar daun kelor, sebutir bawang merah, dan 2 gram pulosari. Rebus bahan-bahan tersebut ke dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas saja. Setelah disaring, minum ramuan ini 2 kali dalam sehari.

Jahe dan Cuka Beras Hitam
Siapkan bahan berupa 100 cc Cuka Beras hitam, 30 gram jahe, dan gula merah. Tumbuk dulu jahe hingga halus, kemudian rebus bersama lainnya ke dalam air. Setelah dingin, minum ramuan tradisional ini sebanyak 2 kali dalam sehari.

Demikian tulisan tentang cara mengobati penyakit biduran secara alami dengan menggunakan ramuan obat tradisional. Semoga bermanfaat.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *