Mengobati Penyakit Kudis

Mengobati Penyakit Kudis Kurap

Berikut ini tulisan tentang cara mengobati penyakit kudis secara alami dengan ramuan tradisional. Penyakit kudis ditandai dengan mula-mula timbul bintil-bintil berisi air pada kulit, apabila bintil-bintil itu pecah, ternyata pada kulit dalam terdapat liang kecil rasanya sangat gatal, sehingga dengan tiada sadar si penderita menggaruk-garuknya. Tempat-tempat yang mudah dihinggapi kudis ialah : disela-sela jari, disebelah dalam nadi, disekitar pusar, pada alat kemaluan laki-laki, tetapi dapat juga menjalar kelain-lain tempat keseluruh badan. Hanya kulit mukalah yg bebas dari gangguan kudis itu. Jika bintil-bintil itu tergaruk agak keras maka terjadilah luka kecil-kecil yang kemudian mengandung nanah.

Kudis atau Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabiei yang dicirikan dengan adanya keropeng, kebotakan, dan kegatalan pada kulit.

Sarcoptes scabiei adalah tungau dengan ciri-ciri berbentuk hampir bulat dengan 8 kaki pendek, pipih, berukuran (300–600 μ) x (250-400 μ) pada betina, dan (200- 240 μ) x (150-200 μ) pada jantan, biasanya hidup di lapisan epidermis. Permukaan dorsal dari tungau ini ditutupi oleh lipatan dan lekukan terutama bentuk garis melintang sehingga menghasilkan sejumlah skala segitiga kecil [3]. Selain itu, pada betina terdapat bulu cambuk pada pasangan kaki ke-3 dan ke-4 sedangkan pada jantan, bulu cambuk hanya terdapat pada pasangan kaki ke-3.

Cara Mengobati Penyakit Kudis pada Kulit

1. Harus dijaga agar penyakit itu tidak menular pada orang lain.

2. Si penderita dapat diobati dengan salah satu diantara ramuan obat oles dibawah ini :

Ramuan 1
Bahan:
– Tepung belerang 2 sendok makan
– Minyak kelapa 3 sendok makan
– Rimpang kunyit (diparut) 2 sendok teh
Pembuatannya dengan cara semua bahan dicampur.

Ramuan 2
Bahan:
– Daun urat 1 genggam
– Kapur sirih 1 sendok makan
Cara meramu: daun urat ditumbuk lumat-lumat, dicampur dengan kapur sirih.

Ramuan 3
Bahan:
– Daun sambilata 1 genggam
– Tepung belerang 1 sendok makan
Cara meramu: daun sambilata ditumbuk lumat-lumat dicampur dengan belerang.

Ramuan 4
Bahan:
– Rimpang temu hitam 1 ½ potong jari
– Minyak kelapa 1 sendok makan
Cara meramu: temu hitam ditumbuk atau diparut, dicampur minyak.

Ramuan 5
Bahan:
– Daun mindi 1 genggam
Cara membuatnya dengan ditumbuk lumat-lumat.

Ramuan 6
Bahan:
– Daun delima 1 bagian
– Daun sambilata 1 bagian
– Belerang 1 bagian
– Tepung ubi kayu 2 bagian
– Minyak kelapa 2 bagian
Cara meramu: kelima macam bahan tersebut ditumbuk dahulu lumat-lumat, lalu dicampur dengan yang lainnya).

Salah satu dari obat-obat itu dioleskan diseluruh badan (kecuali kulit muka), terutama bagian-bagian kulit yang kena penyakit itu sendiri harus diolesi dengan cermat. Lakukan demikian tiap hari 2 kali selama 4-5 hari berturut-turut. Baiknya selama berobat dalam 4-5 hari jangan mandi dahulu.

3. Guna mempercepat sembuhnya kudis si penderita perlu diberi minum salah satu diantara ramuan obat kudis dibawah ini :
Ramuan 1
Bahan:
– Daun urat 5 lembar
– Daun sambilata 7 lembar
– Air 1 botol limun
Cara meramu: kesemuanya direbus hingga airnya tinggal setengahnya kemudian disaring.
Pemakaian: Air rebusan itu diminum sekali habis, ulangilah demikian tiap hari hingga sembuh.

Ramuan 2
Bahan:
– Daun legundi 1 genggam
– Air ½ botol limun
Cara membuat: air di rebus sampai mendidih, lalu diseduhkan pada daun legundi dan dibiarkan beberapa jam.
Pemakaian: Air seduhan itu diminum 2 kali dalam sehari, sekali minum 2 sendok makan, lakukan demikian beberapa hari berturut-turut.

Demikian tulisan tentang cara mengobati penyakit kudis secara alami dengan ramuan obat tradisional. Semoga bermanfaat.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kata pencarian untuk tulisan ini:

mengobati sakit mata skalor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *