Mengobati Radang Kandung Kemih

Cara Alami Mengobati Radang Kandung Kemih - Sistitis

Penyakit radang kandung kemih atau radang kandung kencing biasanya mempunyai tanda-tanda sebagai berikut: Si penderita selalu terganggu oleh rasa hendak kencing, akan tetapi tiap-tiap kali dikencingkan, keluarnya sedikit sekali. Air kencing keruh dan berlendir, pula mengandung kotoran yang mudah mengendap. Rasa sakit dan pedih pada bagian kencing dan pipa kencing luar, lebih-lebih diwaktu buang air kecil.

Cara Alami Mengobati Radang Kandung Kemih:

  1. Si penderita harus beristirahat dengan berbaring. Pada bagian kandung kencing (perut bagian bawah) supaya diletakkan kain basah dan panas, kemudian ditutup rapat-rapat dengan kain yang tebal dan kering.
  2. Berilah minum sebanyak-banyaknya, terutama minuman yang masih panas. Si penderita dilarang minum minuman beralkohol, juga tidak boleh ia memakan makanan yang merangsang atau berempah-rempah.
  3. Buatkan obat sebagai berikut:

    Bahan:
    Biji kayu anjang : 7
    biji Pulasari : 2 gram
    Biji adas : 7 biji
    Air : 2 cangkir

    Cara meramu: kesemuanya direbus hingga airnya tinggal separoh kemudian ditapis.

    Pemakaian: Air rebusan ini diminum sekali habis, lakukan demikian 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut.

Cara Mencegah Penyakit Radang Kandung Kemih:

  • Usahakan untuk buang air seni pada waktu bangun di pagi hari.
  • Minum air 6 sampai 8 gelas setiap hari dapat melancarkan buang air seni sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit infeksi saluran kemih. Minuman ringan yang biasanya mengandung garam kurang baik dikonsumsi sebab dapat memperlambat buang air kecil.
  • Buah-buahan, sari buah, juice sangat baik untuk dikonsumsi sebab dapat melancarkan peredaran darah.
  • Perhatikan kebersihan secara baik, misalnya setiap buang air seni, bersihkanlah dari depan ke belakang.
  • Ganti selalu pakaian dalam setiap hari, karena bila tidak diganti, bakteri akan berkembang biak secara cepat dalam pakaian dalam.
  • Pakailah bahan katun sebagai bahan pakaian dalam, bahan katun dapat memperlancar sirkulasi udara.
  • Hindari pakaian ketat yang dapat mengurangi ventilasi udara, dan dapat mendorong perkembangbiakan bakteri.
  • Buang air seni sesering mungkin (setiap 3 jam) untuk mengosongkan kandung kemih.
  • Jangan menunda buang air kecil, sebab menahan buang air seni merupakan sebab terbesar dari infeksi saluran urin.
  • Buang air seni sesudah hubungan kelamin, hal ini membantu menghindari saluran urin dari bakteri.
  • Hindari kafein, minuman mengandung karbonat dan alkohol sebab semua bahan ini akan mengiritasi kandung kemih.

Semoga artikel tentang mengobati radang kandung kemih ini bermanfaat.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.