Mengobati Radang Sendi

Cara Mengobati Radang Sendi Secara Alami

Berikut ini adalah tulisan tentang cara mengobati radang sendi secara alami. Radang sendi yang dimaksud mempunyai tanda-tanda sebagai berikut:
Mula-mula sendi menjadi bengkak dan makin lama makin sukar digerakkan, apabila gerakan itu dipaksakan terasa sakit sekali dan terdengar suara berderak-derak.
Daging-daging yang berdekatan sendi itu lama-lama menjadi lisut sebagian. Mula-mula penyakit ini hanya terdapat pada sendi saja, lambat laun menjalar kelain-lain sendi.
Apabila bengkaknya menjadi besar lalu terjadi liang-liang dalam kulit dan daging, yang mengeluarkan zat cair dan nanah.

Cara Mengobati Radang Sendi

1. Jika penyakitnya masih ringan, cukuplah apabila 2 kali dalam sehari, yakni pagi dan petang, bagian badan yang sakit direndam dalam air panas. Jika sukar akan merendam bagian itu sendiri, bolehlah si penderita memandikan seluruh badannya dengan air panas itu.

2. Apabila bengkaknya itu besar, buatlah salah satu diantara ramuan obat berikut ini:

Ramuan 1

Bahan:
– Akar kelor 2 genggam
– Air 10 gelas
– Air bekas pencuci beras 10 gelas
Cara meramu: akar kelor direbus dengan air dalam ember, sampai air itu mendidih, setelah itu diangkat dari api dan padanya ditambahkan air bekas pencuci beras.
Pemakaian: Pergunakan air rebusan itu sewaktu masih panas untuk meredam sendi yang sakit. Merendamnya kurang lebih ½ jam; supaya air perendam itu tidak terlampau cepat dingin, tutuplah seluruhnya dengan kain yang tebal. Sementara itu digosok-gosokkan akar kelor pada kulit di sekeliling sendi dan pijat-pijatlah daging di sekitar tempat yang sakit guna memperbaiki jalannya darah.

Ramuan 2

Bahan:
– Akar kelor 1 genggam
– Arak 1 sendok makan
Cara meramu: akar kelor ditumbuk lumat-lumat dan dicampur dengan arak
Pemakaian: Obat ini dioleskan pada sendi yang sakit, tetapi tidak boleh melekat terlalu lama, karena dapat menyebabkan rusak pada kulit.

Ramuan 3

Bahan:
– Daun belimbing wuluh (muda) 1 genggam
– Cengkeh 10 biji
– Merica 15 butir
– Cuka 2 sendok teh
Cara meramu: ketiga macam bahan tersebut ditumbuk lumat-lumat dahulu, kemudian dengan cuka sehingga merupakan bubur lunak.
Pemakaian: Obat ini dioleskan pada bagian yang sakit, lakukan demikian tiap hari yakni pagi dan petang.

Si penderita hendaklah seringkali makan gadung. Agar gadung itu tidak memabukkan apabila dimakan, sebelum dimasak agar diolah sebagai berikut:
Umbi yang masih mentah disayat tipis-tipis dan direndam air garam selama semalam.
Keesokan harinya gabung itu diangkat, dimasukkan dalam air jernih dan diremas-remas, kemudian airnya dibuang dan diganti. Demikianlah dilakukan berulang-ulang sehingga air pembasuh itu tidak lagi keruh karena kotoran dan getah gadung.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.