Mengobati Sakit Wasir (Ambeien)

Cara Mengobati Sakit Wasir

Penyakit wasir atau bawasir atau ambeien hemorrhoid memiliki tanda-tanda berupa dubur yang terasa panas atau pedih dan gatal, rasa sakit itu semakin bertambah di waktu si penderita buang air besar. Sering kali keluar lender dari dubur, bahkan kadang-kadang juga darah. Di sekitar liang pelepasan nampak bintil-bintil agak merah kebiru-biruan. Penyakit wasir dapat berjangkit pada segala kelompok usia.

Mengobati Sakit Wasir secara Alami:

Agar berak menjadi lunak, seningga tidak menyebabkan sakit di waktu buang air besar, si sakit harus dibuatkan obat sebagai berikut:

Bahan:

  • Daun saga 1 genggam
  • Daun gagan 2 genggam
  • Daun patikan cina 2 sendok makan
  • Rimpang temulawak 1 potong
  • Bubuk klembak 1 sendok makan
  • Gula enau 4 sendok makan
  • Air 2 botol limun

Cara Meramu:
Daun saga, gagan dan patikan cina dirajang-rajang lalu semua dicampurkan dan direbus hingga tinggal separoh.

Penggunaan:
Air rebusan ini diminum 2 kali habis dalam sehari.

Jika si sakit banyak mengeluarkan darah lekas-lekas buatkan obat tradisional ini:

Bahan:
Daun duduk 6 lembar
Kemenyan madu ¼ sendok te h
Madu 2 sendok teh
Arang jati ¼ sendok teh

Cara Meramu:
Semua bahan di atas dicampur dan ditumbuk lumat-lumat.

Penggunaan:
Obat ini dimakan sekali habis. Ulangilah sedemikian setiap kali si sakit mengeluarkan darah. Pengeluaran darah dapat juga dihentikan apabila si sakit diberi minum air perasan bonggol pisang kapok.

Semoga tulisan tentang cara mengobati sakit wasir ini bermanfaat.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.