Pengobatan Bronkitis

Pengobatan Bronkitis secara tradisional

Tanda-tanda Bronkitis:
Batuk, mula-mula keluar lendir yang kental, kemudian agak cair dengan menyerupai nanah, rasa sakit pada belakang tulang dada, kadang-kadang terdengar bunyi (grr-grr) pada saat bernafas. Apabila penyakit ini bertambah parah, si penderita akan mengalami demam dan sesak napas. Pengobatan bronkitis harus dilakukan dengan seksama.

Pengobatan Bronkitis Secara Tradisional:

  1. Jika penyakit ini timbul karena selesma, penderita harus beristirahat dengan berbaring, tetapi jangan terus menerus. Tiap-tiap waktu harus diselingi dengan duduk tegak beberapa lamanya. Dan anak-anak kecil perlu sebentar-sebentar digendong (didudukkan). Hawa dalam bilik sedapat mungkin yang agak panas dan lembab.
  2. Dada harus dibebat dengan kain basah yang kemudian ditutup rapat-rapat dengan kain yang tebal dan kering. Kain pembebat ini juga boleh diulas dengan minyak kelapa dicampur dengan buah pala yang diparut.
  3. Berilah si penderita minum hangat banyak-banyak agar supaya ia berpeluh, mengeluarkan keringat (bisa dengan teh panas atau susu panas), setelah itu harus memakai selimut yang tebal. Apabila si penderita sukar buang air besar perlu ia diberi obat pencahar, misalnya kastroli.
  4. Si penderita dibuatkan ramuan berikut ini:

– Daun dan tangkai patikan kerbau 1 genggam
– Air  ½ botol limun

Cara membuat ramuan: patikan kerbau direbus dalam air selama ± ¼ jam.
Pemakaian: Air rebusan tersebut diminum setiap 2 jam sekali 3 sendok makan. Untuk anak-anak setiap kali minum satu sendok makan. Harus dipergunakan patikan kerbau yang masih baru dan segar, yakni yang masih banyak mengandung getah.

  1. Apabila penderita bronkitis batuk terus menerus, berilah ia salah satu diantara obat-obat sebagai berikut:

Ramuan 1:
– Daun po’o (kering) 2 sendok makan
– Kayu manis cina  ½ potong jari kaki
– Biji adas manis  5 butir
– Air 2 cangkir

Cara meramu obat: kesemua bahan-bahan itu direbus sehingga air rebusan tinggal setengahnya, kemudian disaring.
Pemakaian: Air rebusan diminum 3 kali habis dalam sehari.

Ramuan 2:
– Umbi bidara upas 100 gram
– Gula batu 30 gram

Cara meramu: air dan gula direbus dijadikan kilang, bidara upas diparut dan dicampur dengan air gula tersebut, setelah itu diremas-remas dan diperas dengan menggunakan sepotong kain bersih.
Pemakaian: Air perasan ini diminum sekali habis. Ulangilah demikian 3 kali sehari.

  1. Jika anak-anak batuk buatkanlah obat ini :

– Bunga blimbing wulung 1 genggam
– Biji adas manis 5 butir
– Gula batu 1 sendok makan
– Air 1 cangkir

Cara meramu: kesemuanya direbus menjadi kilang yang kental lalu disaring.

Pemakaian:Rebusan ini diminumkan setiap 3 jam sekali 1-2 sendok teh. Setiap pagi dan petang anak dimandikan dengan air panas, sesudah itu segera disiram punggungnya dengan air dingin dan cepat-cepat dikeringkan seluruh badannya dengan handuk.

Kemudian kenakanlah pakaian yang tebal-tebal dan suruhlah anak itu berbaring. Dekat tempat pembaringan ditaruh ember terbuka dengan air panas, agar supaya uapnya terhisap oleh anak itu masuk ke jalan pernapasan.

  • Apabila lender sukar keluar berilah penderita obat ini :

– Bawang merah 5 biji
– Jeruk nipis 1 buah
– Air 1 cangkir

Cara meramu: bawang merah ditumbuk lumat-lumat dan dicampur dengan air, lalu disaring, jeruk nipis disayat-sayat dan airnya diperas keluar dan dicampur dengan air bawang merah.
Pemakaian: Obat ini diminum tiap 3 jam sekali 2 sendok makan.

  • Selain dari pada itu gosokan seluruh dada, punggung dan leher si sakit dengan jeruk nipis dicampur dengan sedikit kapur sirih dan minyak kayu putih. Kemudian tutuplah rapat-rapat dengan kain.

Demikian, semoga artikel pengobatan bronkitis ini berguna untuk para pembaca.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *