Pengobatan Diabetes Melitus / Kencing Manis

Pengobatan Diabetes Melitus secara Alami

Penyakit diabetes melitus atau disebut juga kencing manis adalah salah satu kelainan metabolik yang lazim diderita oleh orang dewasa dibandingkan anak-anak, yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (insulin resistance). Kencing manis adalah penyakit dimana tubuh kita mempunyai kadar gula di dalam darah yang berlebihan atau lebih tinggi dari kebutuhan tubuh kita. Kending manis tentunya tidak terjadi begitu saja tanpa sebab. Gaya hidup yang kurang seimbang dan tidak sehat bisa menjadi faktor penyebab penyakit diabetes hinggap di tubuh Anda. Berikut tanda dan gejala serta pengobatan diabetes melitus:

Tanda dan Gejala Diabetes Melitus (Kencing Manis)

Si penderita buang air lebih banyak dari biasa. Air kencingnya banyak mengandung zat gula, hal mana ternyata pada tempat bekas buang air kencing itu yang kemudian dikerumuni semut. Si penderita selalu merasa lapar, haus dan letih : badanya makin lama makin kurus. Ia mudah sekali mendapat penyakit bisul, canggu, sakit gigi, sakit tajam di tungkai, gatal-gatal pada kulit dan lain-lain. Apabila dia mendapat luka lama sekali sembuhnya meskipun luka tersebut sangat kecil. Adakalanya sakit kencing manis itu menjadi berat, sehingga si penderita merasa mual terus menerus, kepalanya pening dan napasnya dalam, atau ia lalu pingsan dan mulutnya berbau seperti gas karbit ; keadaan sedemikian itu sangat membahayakan jiwanya.

Pengobatan Diabetes Melitus Secara Tradisional

1. Yang harus diperhatikan benar-benar imakanan si penderita harus dalam keadaan sakit tidak boleh ia mempergunakan makanan serta minuman yang mengandung gula dan tepung misalnya : nasi, ketan, jagung, terugu, segala macam ubi, papaya, pisang, buah-buahan yang manis, coklat, susu, anggur, nira dsb. Apabila air kencingnya sudah tidak banyak lagi mengandung gula, bolehlah ia mempergunakan pula makanan dan minuman yang menjadi pantangan itu, tetapi ini hendaklah dilakukan berangsur-angsur dan sedikit demi sedikit.

2. Makanan untuk penderita diabetes yang diperbolehkan antara lain : sayur mayur, mentimun, lobak, jamur, lemak dan mentega, minuman yang diperbolehkan yaitu : kopi, teh, air jeruk nipis (kesemuannya tanpa gula).

3. Apabila penyakitnya masih ringan, diperbolehkan juga memakan makanan yang mengandung zat putih telur, misalnya : daging dan jerohan hewan, ikan, udang, susu, telur, kacang tanah, kacang merah, buncis, ercis dsb. Akan tetapi jika sakit kencing manis itu telah menjadi agak berat (badan menjadi sangat letih, luka-luka pada kulit tidak hendak lekas sembuh), maka si penderita harus berhenti mengkonsumsi makanan yang mengandung zat putih telur. Sebagai pengganti kedua golongan makanan itu, bisa mengutamakan makanan yang berlemak (kepala, kacang tanah, mentega, lemak hewan dsb).

4. Buatlah juga salah satu diantara ramuan obat diabetes melitus ini:

Ramuan 1

Bahan:
– Biji jomblang 10 biji
– Air 2 gelas

Cara meramu: biji jomblang ditumbuk hingga pecah-pecah dan direbus dengan air.

Pemakaian: Air rebusan itu diminum 3 kali habis dalam sehari, ulangilah demikian tiap 5 hari sekali.

Ramuan 2

Bahan:
– Umbi bidara upas 1 bagian
– Air 3 bagian

Cara meramu: bidara upas diparut, diberi air dan diperas, air perasan didiamkan sampai mengendap, kemudian bagian atas yang sudah jernih dituangkan dengan hati-hati di tempat lain.

Pemakaian: Air perasan yang sudah jernih itu diminum 3 kali sehari sebanyak ½ cangkir. Buat obat sakit kencing manis ini harus diambil umbi yang kering dan mati.

5. Selanjutnya penderita perlu minum air rebusan kulit kayu pulai tiap hari selama 3-4 bulan. Cara membuatnya seperti berikut:

Bahan:
– Kulit kayu pulai (halus) 1 sendok teh
– Air 1 cangkir

Cara meramu: kesemuanya direbus hingga airnya tinggal setengahnya.

Pemakaian: Air rebusan ini diminum sekali habis sebelum waktu makan.

6. Jika penyakit diabetes melitus sudah parah (sampai pingsan, mulut berbau gas karbit) harus segera dimintakan pertolongan dokter.

Demikian artikel tentang penyebab, tanda dan gejala serta pengobatan diabetes melitus secara herbal.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kata pencarian untuk tulisan ini:

Obat Alami ngilangin cacing kulit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *