Pengobatan Penyakit Cacar

Pengobatan Penyakit Cacar Air pada Anak

Berikut ini merupakan tips alami tentang pengobatan penyakit cacar. Penyakit cacar ini mudah sekali menular dan cukup banyak mengambil korban jiwa manusia. Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Virus ini menyebar dengan mudah dari penderita cacar kepada orang lain yang belum pernah sakit cacar atau menerima vaksin cacar. Virus menyebar di udara ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Hal ini juga dapat menyebar dengan menyentuh atau menghirup partikel virus yang berasal dari luka cacar pada kulit.

Tanda-tanda Penyakit Cacar:
Mula-mula terasa demam, sakit kepala dan pinggang, kadang-kadang ada perasaan hendak muntah. Demam makin tinggi dan si penderita mengigau. Biasanya pada hari ke-empat timbul ruam-ruam merah dipergelangan tangan, diperut, dan lebih-lebih lagi di muka, dalam tempo 6 hari ruam-ruam itu berubah menjadi bintil-bintil serupa dan sesudah itu menjadi bisul-bisul kecil berisi nanah. Bisul itu mungkin juga timbul dalam 10 s/d 14 bisul-bisul itu mulai kering dan meninggalkan bekas yang tidak akan hilang seumur hidup. Terkadang penyakit cacar yang menyebabkan kematian setelah orang beberapa hari menderita sakit.

Pengobatan Penyakit Cacar:

  1. Jika ada orang terserang penyakit cacar, maka hal ini harus segera dilaporkan kepada yang berwajib (dokter), yang akan mengambil tindakan seperlunya untuk mengasingkan dan menyembuhkan si penderita.
  2. Untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit itu orang harus diberi suntikan cacar.
  3. Mandilah dengan sabun yang lembut contoh sabun bayi cair. Perbanyak minum air putih. Perbanyak konsumsi buah dan sayur.

Pengobatan penyakit cacar secara alami:

Bersumber dari obatcacar.com, berikut ini merupakan ramuan obat alami untuk penyakit cacar:

  1. Menggunakan kulit buah semangka untuk Obat Cacar Alami. Kulit buah semangka yang sdah diambil daging buah semangka. Kemudian parut kulit buah semangka hingga halus, kemudian tempelkan parutan kulit buah semangka pada bagian kulit yang terkena cacar. Lakukan pada malam ketika tidur atau sedang bersantai di malam hari. Lakukan kurang lebih 1 minggu. kulit buah semangka tidak akan menimbulkan bekas luka atau bekas cacar di kulit.
  2. Dengan menggunakan air kelapa yang memiliki khasiat untuk menyembuhkan cacar air yang anda derita sebagai Obat Cacar Alami. Cukup dengan menyiapkan 1 gelas air kelapa muda yang dicampurkan dengan 3 sendok makan madu. Aduk campuran tersebut hingga merata dan kemudian anda dapat meminumnya. Atau dapat juga dengan mengoleskan air kelapa muda pada kulit anda yang terkena penyakit cacar. Air kelapa muda berguna untuk membuat cacar pada tubuh anda menjadi cepat mengering.
  3. Obat cacar alami juga dapat dengan jagung muda. Jagung muda yang dicuci bersih dan diparut, kemudian anda oleskan pada tubuh yang terkena cacar air. Ramuan ini dapat anda gunakan ketika cacar masih menjangkit tubuh anda dan dapat dilanjutkan pada massa penyembuhan dan juga proses penghilangan bekas cacar di kulit.
  4. Ketika cacar sudah pecah, taburkan bedak anti alergi atau anti gatal untuk mengurangi rasa gatal di bagian kulit yang terkena cacar.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *