Pengobatan Penyakit Malaria

Pengobatan Penyakit Malaria secara Alami

Malaria merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang apabila tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian. Berikut adalah pengobatan penyakit malaria secara tradisional.

Tanda-tanda sakit malaria:
Dengan tiba-tiba si penderita merasa badannya sejuk dan ia menggigil, kepala pening dan kadang-kadang merasa hendak muntah. Sesudah itu panas badannya makin lama makin naik, denyut nadinya cepat, demam itu biasanya sampai 6 jam lamanya. Kemudian ia mengeluarkan peluh, panas badannya turun sehingga ia lalu dapat tidur. Serangan demam demikian itu dapat berulang tiap-tiap hari. Ada juga yang berulang dengan selang 2,3 dau 4 hari. Penyakit malaria yang tak lekas sembuh dapat menyebabkan limpa menjadi bengkak, badan lemah dan muka pucat. Ada pula semacam malaria tropika, tanda-tandanya : si penderita demam terus menerus sehingga ia mengigau.

Pengobatan Penyakit Malaria Secara Alami:

  1. Usaha-usaha untuk menolak penyakit malaria ialah:

    a. Mencegah berkembang baiknya nyamuk (yakni dengan jalan menutup lubang-lubang yang berisi air serta merupakan sarang nyamuk di pekarangan dan di halaman sekitar rumah. Mengalirkan air yang tergenang dalam selokan-selokan dan sebagainya, memelihara ikan yang suka makan jentik-jentik dalam kolam, misalnya : ikan kepala timah dan lain-lain.

    b. Menghindarkan diri dari tusukan nyamuk (sedapat mungkin tidur dalam kelambu), diwaktu malam menggosok bagian-bagian badan yang tak tertutup pakaian dengan minyak serai, dsb.

  2. Obat yang telah terkenal kemanjurannya untuk menyembuhkan malaria ialah pil kinine biasa juga disebut pil Bandung.
    Banyaknya pemakaian obat ini ialah:
    Untuk orang dewasa : 3x sehari tiap-tiap kali 2 butir.
    Untuk anak-anak berumur 11-15 tahun 2 kali sehari, tiap-tiap kali 2 butir.
    Untuk anak-anak berumur 8-11 tahun 3 kali sehari, tiap-tiap kali 1 butir.
    Untuk anak-anak berumur 4-7 tahun 2 kali sehari, tiap-tiap kali 1 butir.
    Pemakaian pil kinine itu harus dilakukan selama 7 hari berturut-turut, meskipun setelah 2-3 hari minum obat itu demam si sakit telah turun dan badannya dirasa sudah agak sehat.
  3. Jika tidak mungkin memperoleh pil kinine, bolehlah si penderita dibuatkan obat sebagai berikut :
    Daun ketepeng kerbau secukupnya. Bahan disaring hingga kering benar, tetapi tidak sampai hangus, sesudah itu diayak dengan pengayak yang halus.
    Obat yang berupa tepung ini dimakan 3 kali dalam sekali, tiap kali 2 sendok teh, lakukan demikian selama 7 hari berturut-turut.
  4. Guna menghilangkan demam berilah si penderita ramuan obat ini:
    – Daun sambilata 1 genggam
    – Daun lampes 2 genggam
    – Air mendidih 2 botol limun
    Cara meramu: air diseduhkan kesemua bahan lainnya sesudah dingin lalu disaring.
    Pemakaian: Air seduhan ini diminum 3 kali sehari, tiap kali secangkir, apabila demamnya keras, sebaiknya kepala dan dahi si penderita dikompres dengan air es.
  5. Malaria acapkali timbul kembali harus diobati demikian:
    – Daun papaya (tangkai dibuang) 1 lembar
    – Daun lapas sedikit
    – Air 5 sendok makan
    Cara meramu: daun papaya ditumbuk lumat-lumat, diberi air dan diperas dengan sepotong kain.
    Pemakaian: Air perasan ini diminum sekali habis dalam sehari, lakukan demikian selama 7 hari berturut-turut. Pengobatan ini diulangi tiap-tiap bulan sekali.
    Atau :
    – Kulit kayu pulai (hancur) 2 sendok makan
    – Daun ketepeng kerbau 1 genggam
    – Air 2 gelas
    Cara meramu: kesemuanya direbus hingga airnya tinggal setengahnya.
    Pemakaian: Air rebusan ini diminum sekali habis, lakukan demikian tiap-tiap hari selama sepekan. Pengobatan ini diulangi tiap-tiap bulan sekali. Selama mempergunakan obat ini dilarang makan yang serba pedas dan masam.

Info Wikipedia: Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut.[2] Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami gejala-gejala malaria seperti gejala pada penderita influenza. Apabila tidak diobati, penyakit akan semakin parah dan dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.

Semoga informasi tentang pengobatan penyakit malaria secara tradisional ini bermanfaat.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *