Pengobatan Perut Kembung Angin

Pengobatan Perut Kembung Angin secara Alami

Tanda-tanda Perut Kembung Angin:

Perut kembung dan berbunyi nyaring apabila dipukul perlahan-lahan dengan ketiga tangan, kadang-kadang perut itu terasa segah.

Pengobatan Perut Kembung Angin secara Alami:

  1. Harus diiktiarkan agar si penderita bias buang air besar dengan lancar dan berketentuan, kalau perlu ia diberi obat pencahar.
  2. Dilarang makan buah-buahna mentah, lobak, mentimun segala bir, limun, nira dan air tapai. Baiknya orang sering minum air perasan buah nanas atau the daun sembung.
  3. Si penderita harus makan bubur arang tempurung kelapa, 3 kali sehari tiap-tiap kali 3 sendok teh atau dibuatkan ramuan obat sebagai berikut:

Bahan:
– Buah jati belanda: 10 biji
– Air secukupnya
– Minyak adas: 2 tetes

Cara meramu: Buah jati belanda di panggang di tumbuk sampai halus sesudah itu diberi air secukupnya hingga merupakan adonan kental, kemudian dibubuhi minyak adas dan digentel menjadi butiran-butiran sebesar biji kacang tanah).

Penggunaan: Obat ini dimakan sekali habis, lakukan demikian 2 kali dalam sehari.

Baik juga jika dibuatkan obat ini :

Bahan:
Kapulaga :1 sendok makan
Jinten: ½ sendok teh
Air sedikit

Cara meramu: kapulaga dan jinten ditumbuk lumat-lumat diberi sedikit air dan digental menjadi butiran-butiran

Penggunaan: Obat ini dimakan 3 kali habis dalam sehari.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *