Pengobatan Radang Poros Usus (Rektum)

Cara mengatasi rektum atau poros usus secara alami

Poros Usus (atau Rektum) adalah organ terakhir dari usus besar pada beberapa jenis mamalia yang berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan berak / buang air besar / defekasi. Jika buang air besar tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika buang air besar tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

Tanda-tanda radang poros usus (radang rektum):

Rasa sakit dan kejang pada waktu buang air besar. Ujung berak hamper seperti biasa diselubungi oleh lender. Adakalanya hanya lender saja yang keluar.

Pengobatan Radang Poros Usus Secara Alami:

1. Buatkah ramuan obat tradisional ini:

Bahan:

  • Akar kelembak (disayat-sayat) 1 sendok makan
  • Kayu manis cina ¼ potong jari
  • Buah delumpung (ditumbuk) 1 buah
  • Biji kedawung (ditumbuk halus) 4 biji
  • Cabang meniran 2 renteng
  • Tanaman daun kaki kuda 5 batang
  • Air 1 botol limun

Cara meramu:
Semua bahan direbus hingga airnya tinggal separoh.

Cara menggunakan:
Air rebusan ini diminum sedikit-sedikit hingga habis dari pagi sampai petang.

2. Sebelum sembuh benar si sakit tidak boleh makan daging lembu dan makanan yang berempah-rempah, juga tidak boleh minum susu atau minuman keras.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kata pencarian untuk tulisan ini:

poros usus