Pengobatan Sakit Batuk Kering

Cara Alami Pengobatan Sakit Batuk Kering

Berikut ini adalah cara alami pengobatan sakit batuk kering. Penyakit ini ditandai dengan mula-mula penderita hanya merasa terlampau lekas letih badannya selera makan kurang, batuk dengan tidak mengeluarkan dahak (atau jika ada dahak hanya sedikit saja, yakni diwaktu pagi). Makin lama batuknya makin keras dan keluarnya dahaknya makin banyak, bahkan kadang-kadang penderita diwaktu batuk itu mengeluarkan darah. Badan bertambah kurus, seringkali si penderita demam dan banyak mengeluarkan peluh diwaktu malam.

Cara Alami Pengobatan Sakit Batuk Kering:

1. Si penderita harus beristirahat di tempat yang berudara segar dan bersih (tidak berdebu). Tiap-tiap pagi sesudah tidur sebaiknya ia melakukan gerak badan ringan, dalam hal ini tidak boleh ia terlampau memaksakan jalannya napas. Lamanya bersenam itu juga jangan lebih dari ¼ jam.

2. Apabila penderita selain dari batuk kering itu tidak menderita sesuatu penyakit radang, juga ia tidak dalam keadaan demam, bolehlah ia tiap pagi antara pukul 7 dan 8 berjemur diri di panas matahari. Hal ini harus dilakukan berangsur-angsur dengan menambah sedikit demi sedikit lamanya berjemur, yakni :
– Pada hari pertama selama 6 menit (ialah 3 menin bagian muka dan 3 menit bagian belakang).
– Pada kari ke dua selama 10 menit (ialah 5 menin bagian muka dan 5 menin bagian belakang).
– Pada hari ketiga 14 menit (ialah 7 menit bagian muka dan 7 menin bagian belakang).
– Pada hari keempat selama 18 menit (ialah 9menit bagian muka dan 9 menit bagian belakang).
Begitulah untuk selanjutnya tiap hari waktu berjemur diperpanjang 4 menit, sampai paling lama ¾ jam (45 menit). Selain berjemur diri kepala harus ditutup atau dilindungi. Setelah berjemur barulah si penderita boleh mandi. Jika badan si penderita tidak demam, sebaiknya seluruh tubuh diurut-urut atau dipijat-pijat untuk memperderas jalannya darah. Boleh juga diwaktu mandi seluruh badan (kecuali muka, dada dan perut) dipukul-pukul atau didera perlahan-lahan dengan handuk basah dan diwaktu petang si sakit diseka dengan air suam-suam yang dibubuhi cuka.

3. Perihal makanan perlu dijaga benar. Segala apa yang serba pedas dan merangsang harus dijauhi. Yang baik bagi penderita batuk kering ialah : telur, susu, sayur mayor, dan beberapa buah-buahan seperti : pisang, papaya dan jeruk manis. Juga minyak ikan, besar sekali khasiatnya untuk menguatkan tubuh si sakit dan untuk membantu memulihkan luka-luka dalam paru-paru, bagi orang dewasa tiap hari 3 kali sesendok makan cukuplah. Merokok dan minum minuman keras dilarang sama sekali. Buang air besar si penderita harus tetap pada waktunya, jika tidak demikian pakailah obat pencahar.

4. Buatkan salah satu diantara obat-obat tersebut dibawah ini :
a.
– Umbi bidara upas sepanjang jari
– Air 2 sendok makan
Cara meramu: bidara upas diparut, dibubuhi air dan diperas dengan sepotong kain bersih.
Pemakaian: Air perasan ini diminum sekali habis, lakukan demikian tiap-tiap 3 hari sekali.

b.
– Daun gagan 1 genggam
– Air 1 cangkir
Cara meramu: daun gagan ditumbuk lumat-lumat, dibubuhi air dan diperas dengan sepotong kain bersih.
Pemakaian: Air perasan ini diminum 2 kali habis dalam sehari, lakukan demikian tiap hari selama ± sebulan.

c.
– Getah gebang (masih muda) 1 sendok teh
– air panas 1 gelas
Cara meramu: kedua bahan dicampur
Pemakaian: Obat ini diminum 2 kali habis dalam sehari, yakni pagi dan petang, lakukan demikian tiap-tiap 3 hari sekali.

5. Hati si penderita harus dibuat gembira selalu. Jauhkan dia dari hal-hal yang dapat menimbulkan geram atau menggelisahkan pikiran.

6. Untuk meredakan batuk dan membantu mengeluarkan lender sebaiknya ia dibuatkan obat ini :
– Bawang merah (dirajang) ½ gelas
– Air 1 gelas
– Gula enau (halus) 5 sendok makan
– Madu 1 sendok makan
Cara meramu: bawang merah direbus dengan air dan gula selama 3 jam, setelah dingin disaring dan air rebusan itu disaring dan air rebusan itu dicampur dengan madu.
Pemakaian: Obat ini diminum tiap-tiap 3 jam sekali sesendok makan.

7. Apabila penderita di waktu batuk mengeluarkan darah, maka ia harus segera berbaring ditempat tidur dan menenangkan pikirannya. Demahah dadanya dengan kompres es dan suruhlah ia menelan butir-butir es.
– Daun pucuk andong hijau 2 lembar
– Garam sedikit
– Air 1 gelas
Cara meramu: daun andong ditumbuk dan diremas-remas dalam air sesudah itu disaring dan dibubuhi garam.
Pemakaian: Obat ini diminum sekali habis, ulangilah demikian tiap-tiap pagi dan petang.

8. Selanjutnya perlu dijaga agar penyakit batuk kering ini tidak menular ke lain orang. Si penderita harus tidur dalam bilik tersendiri dan tidak boleh meludah dan membuang dahak di lantai atau dihalaman. Apabila batuk dihadapan orang lain harus ditutup mulutnya dengan tangan tanagn atau sapu tangan.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *