Pengobatan Tradisional Penyakit Influenza

Pengobatan Alami Penyakit Influenza

Penyakit influenza / influensa atau biasa disebut flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae (virus influenza). Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin. Tanda-tandanya adalah si sakit demam, badannya berasa letih dan lemah lunglai, kepalanya pening dan dalam sendi-sendi serta pungung terasa sengal. Selera makan dan minum tak ada, kadang-kadang si penderita sembelit, tetapi ada kalanya pula ia buang air terus menerus, acapkali timbul selesma dan batuk.

Pengobatan Alami Penyakit Influenza

  1. Si penderita hendaknya beristirahat dalam suatu bilik yang bias mendapat pergantian hawa selalu. Sebaiknya keadaan dalam bilik itu dibuat agak gelap.
  2. Harus dijaga agar si sakit dapat buang air besar dengan tepat dan berketentuan waktunya, untuk itu hendaklah ia diberi obat pencahar. Setelah bersih perutnya, ia diberi obat ini :

Bahan:
– Buah jeruk nipis (tua) 2 buah
– Garam ½ sendok te h
– Air mendidih 1 gelas
Cara membuat: Jeruk nipis dibelah diperas hingga habis airnya, air perasan itu bersama dengan garam dibubuhkan pada air mendidih, kemudian diaduk.
Cara penggunaan: Campuran itu diminum sekali habis waktu masih agak panas. Sesudah itu si sakit harus segera berbaring lagi dengan memakai selimut yang tebal, sampai ia berpeluh sebanyak-sebanyaknya.

  1. Pada hari-hari pertama tidak boleh penderita diberi makanan yang sukar dicerna, bahkan jika ia berpuasa selama 1 atau 2 hari. Dalam pada itu boleh ia minum sebanyak-banyaknya, asal minumannya tidak terlaluu dingin (jangan diberi es). Yang baik sekali untuk diminum ialah : air jeruk nipis, air jeruk manis, dan lain sebagainya. Apabila demamnya telah agak surut, bolehlah si sakit berangsur-angsur diberi makan bubur atau makanan lainnya yang lunak.
  2. Untuk meredakan batuk ia harus dibuatkan ramuan obat alami ini :

Bahan:
– Daun sirih 15 lembar
– Gula batu (hancur) 2 sendok makan
– Air 1 gelas
Cara meramu: sirih dan air direbus selama 1½ jam, setelah itu disaring air rebusan itu lalu dibubuhi gula batu dan direbus sekali lagi hingga larut.
Pemakaian: Obat ini diminum tiap dua jam sekali sesendok makan (bagi anak-anak kecil 1-2 sendok teh).

  1. Penderita influenza yang merasa denyut jantungnya lemah harus minum obat ini :

Bahan:
– Daun gagan 10 lembar
– Daun sembung 10 lembar
– Air mendidih 1 gelas
Cara membuat: Air mendidih disedukan pada daun gagan dan sembung setelah dingin disaring.
Pemakaian: Obat itu diminum sekali habis sebelum waktu makan, lakukan demikian 2 kali dalam sehari.

  1. Meskipun si penderita influenza merasa dirinya telah agak sembuh, ia tidak boleh cepat-cepat meninggalkan tempat tidurnya, tetapi harus tetap berbaring selama 2-3 hari lagi.



Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Kelebihan ramuan tradisional

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, antara lain:

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.

  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.

  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar. Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern. Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik. Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kata pencarian untuk tulisan ini:

obat mejen tradisional